Saturday, December 11, 2010

Jalan-Jalan Sore


Dua hari yang lalu gw melakukan sesi "Jalan-Jalan Sore" sendirian. Awalnya cuma karena mau beli catridge printer ke toko buku, tapi ya nanggunglah muter-muter aja sekalian. Kadang emang butuh kegiatan seperti itu, pergi di cuaca mendung, dengerin radio di mobil, nyanyi-nyanyi ga jelas. Yah pokoknya ignoring the world lah hehe. Somehow, waktu itu solo ramenya bukan main dan polisi berdiri dimana-mana bikin bingung aja. Entah siapa yang mau lewat, sepenting apa orang yang mau lewat, dan se-tajir apa orang yang mau lewat sampai mereka ga mau bagi-bagi jalan sama kaum fakir. hahaha entahlah. Gw pernah baca kalo di Philiphina itu seorang presiden akan rela mengantri di tengah kemacetan bersama rakyatnya. Gw ber-standing ovation buat itu, you'll take it to a better place if you feel it directly. Haha udah deh bahas-bahasan tentang forider-nya, bukan itu yang mau gw ceritain.
Kemaren itu karena gw membawa kamera jadi yaudah deh "ckrik-ckrik" random gitu di jalan. Ada beberapa kejadian yang sebenernya ga umum tapi telah menjadi umum di budaya kita. Gambar pertama itu ada pemuda bermain gitar di perempatan Bank Indonesia. Suaranya ga terlalu bagus, badannya tegap, terlalu sayang untuk jadi penjaja musik di jalan.Yah tapi itulah hidup, serba penuh pilihan meskipun kadang ga semua hal itu bisa dipilih hehe. 
Ini foto random yang kedua, kejadiannya di daerah Nonongan. Like mom, like daughter. Yep! Ibunya mengajak anaknya mengemis, menyandarkan nasib pada orang lain. Iya sih memang hal-hal itu kaya rantai setan. Pengemudi dermawan -> peminta bergantung nasib -> habit -> easy money oriented -> continously cycling -> mental of beggars. And it is just sad. Gw pun suka dilema gitu, kadang ngasih kadang enggak. Lagi-lagi hidup pun isinya pilihan. Pilihan jalan mana yang mau diajarkan ke anak. Pilihan buat ngasih apa enggak :P


Foto terakhir ya dari "Jalan-Jalan Sore" kemarin. Sebenernya masih buanyak banget foto-fotnya, cuma capek deskripsiinnya >.< Nah ini foto diambil gara-gara gw iseng. Mumpung kena lampu merah dan ternyata ada beberapa pengendara motor yang otaknya seringkali ngawur. hahaha. Masa berenti aja di zebra cross. Lagi-lagi hidup isinya pilihan. Choice for go with the rules or break the rules. Dua-duanya pasti ada esensinya. Ga selamanya patuh peraturan itu baek, dan ga selalu yang namanya melanggar peraturan itu buruk. Yah, just keep it balanced lah :)

See you in another late afternoon,

sin

3 comments:

Ayu Santika Santaningrum said...

aku suka mlipir2 nglewatin marka jalan gitu loh siinn...ahahaha

Sinta Prastiana Dewi said...

hahahaha ntar kapan2 masukin foto mba ayu deh :))

R said...

waaaaahhhh...postingannya bagus sekaliiii!!! aku terhenyaaaak!!! XD