Thursday, October 28, 2010

Ketika Keegoisan Mengalahkan Segalanya

Semoga gw ga terlalu egois dengan menulis ini..
Setiap orang pasti punya kepentingan dalam hidupnya, punya tanggung jawab walau sekecil apa pun itu. Sebagian besar orang pasti akan melakukan apa pun untuk memenuhi kepentingan dirinya, sesulit apa pun. Tapi sebagai manusia yang katanya adalah makhluk sosial, seharusnya kita ga merugikan orang lain atas kepentingan diri sendiri dan atas tanggung jawab diri sendiri. Yah jahatnya sih gini ya, seharam apapun cara yang diambil seharusnya itu ga boleh bikin orang lain susah, bikin orang lain sengsara.

Gw menulis ini bukan karena gw orang dengan level keegoisan 0%, bukan itu. Gw juga sama aja, gw juga manusia yang kadang baik kadang juga brengsek. Buat gw, ga ada manusia dengan kadar kebrengsekan 0%. Tapi ga ada juga orang dengan kadar kebrengsekan 100% ;) Ibarat falsafah cina kuno, di dalam yin (hitam) selalu ada yang (putih) begitu pula sebaliknya (hahaha abis ujian akupunktur).
Beberapa minggu yang lalu gw memperhatikan ada dua orang yang crash masalah pekerjaan. Dua orang ini udah kenal sejak bertahun-tahun yang lalu dan sekarang mereka lagi berada di sebuah pekerjaan yang sama, hmm dapat dibilang kerja tim. Sepengelihatan gw si A ini selalu keep trying for the best buat pekerjaan mereka, meskipun ga semuanya berjalan sempurna. Tapi gw ga tau banyak tentang B.

Sekali waktu si B lalai terhadap kerjaan mereka, si A maklum
Dua kali si B lalai terhadap kerjaan mereka, si A maklum
Tiga kali si B lalai terhadap kerjaan mereka, si A marah
Empat kali si B lalai terhadap kerjaan mereka, si A kesal
Terakhir kali si B lalai terhadap kerjaan mereka, si A diam

Baru pertama kali gw liat air mata si A dalam diam. Bukan air mata marah. Bukan air mata amukan. Tapi air mata karena udah ga bisa kesel lagi, karena udah ga bisa marah lagi, air mata diam. Tapi sepertinya si B ga pernah tau betapa kesalnya menjadi si A. Entah ga tau apa pura-pura ga tau.

Beberapa saat kemudian, gw tau dari seorang teman tentang alasan kenapa si B bersikap seperti itu. Jujur aja, itu alasan paling bodoh yang pernah gw denger seumur hidup (semacan alasan kehidupan pribadi yang menurut gw ga banget).

Haha just forget about the reason, pelajaran yang bisa diambil adalah:
  1. Bersikaplah profesional ketika lagi di area pekerjaan, jangan bawa-bawa urusan pribadi apalagi yang kira-kira bisa bikin susah orang lain.
  2. Berpikir 1000x deh buat mengorbankan orang lain demi kepentingan pribadi
  3. Menyusahkan orang lain ga akan pernah membuat diri kita senang
  4. Being empathetic for sometimes
  5. Reducing ego is not a sin
pasti yang baca akan bilang posting gw absurd :p hehe emang kok. Agak sulit nulis tentang kaya gini, nulis tentang orang yang lo kenal tapi ga mau terlihat tertulis seperti orang itu. doh! tambah absurd. ah udah dulu ya, mau cabaret project dulu nih x)


No comments: